Sepanjang tahun 2025 kemarin, kasus impersonation scam (penipuan dengan menyamar) melonjak tajam sampai 1.400% dibanding tahun sebelumnya.
Apa sih impersonation scam itu? Sederhananya, ini adalah modus di mana penipu pura-pura jadi pihak terpercaya, seperti:
- Customer service exchange ternama (misalnya Coinbase atau Binance).
- Perusahaan teknologi besar.
- Figur publik atau influencer kripto terkenal.
Tujuannya cuma satu: bikin kamu lengah terus menyerahkan password, akses akun, atau kirim kripto langsung ke mereka.
AI Jadi “Mesin Penipu” Otomatis
Kenapa kenaikannya bisa gila-gilaan? Ternyata para penipu sekarang pakai Artificial Intelligence (AI). Chainalysis menyebutnya sebagai “Industrialization of Fraud” (industrialisasi penipuan).
- Makin Meyakinkan: Chat atau email dari penipu jadi makin rapi, tanpa typo, dan terlihat sangat profesional berkat AI.
- Makin Cuan (Buat Penipu): Scam yang pakai AI terbukti menghasilkan untung 4,5 kali lebih besar karena mereka bisa mengincar banyak orang sekaligus secara otomatis.
- Efisien: Penipu nggak perlu capek-capek ngetik satu per satu; sistem mereka sudah jalan sendiri 24 jam.
Baca Juga Memecoin Jadi Korban Terbesar, 11 Juta Token Runtuh dalam Setahun
Kasus Coinbase Palsu: Rugi Rp 250 Miliar Lebih!
Ada satu kasus besar di 2025 yang jadi sorotan. Seorang penipu menyamar sebagai pihak Coinbase dan berhasil menggasak hampir $16 juta (sekitar Rp 250 miliar) dari para korbannya. Saat ini, pelakunya sudah ditangkap di Brooklyn, tapi proses hukumnya masih panjang. Ini jadi pengingat kalau sekaliber pengguna exchange besar pun bisa kena tipu kalau tidak teliti.
Tips Aman Biar Nggak Jadi Korban di 2026
Karena di tahun 2026 ini diprediksi metode penipuan bakal makin campur aduk (gabungan AI, social engineering, dan teknik canggih), yuk terapkan langkah simpel ini:
- Jangan Pernah Bagi Data Rahasia: Password, private key, atau seed phrase itu ibarat kunci brankas. Perusahaan resmi nggak akan pernah minta data ini lewat chat atau email.
- Curigai Pesan Tiba-tiba: Kalau ada email atau DM yang nggak kamu minta (misalnya bilang akunmu bermasalah atau menang giveaway), anggap saja itu penipuan sampai terbukti sebaliknya.
- Verifikasi Double: Jangan klik link dari email. Lebih baik buka aplikasi resmi atau website resminya langsung secara manual untuk cek notifikasi.
- Gunakan Sistem Otomatis: Pakai fitur keamanan seperti 2FA (Two-Factor Authentication) yang menggunakan aplikasi authenticator, bukan cuma SMS.
(c) Coinfolks - Aryo Bimo Pratama