Artikel ini merupakan ulasan atas laporan State of DeFi 2025 — kolaborasi pertama antara DefiLlama, DL Research, dan DL News. Laporan ini menjadi tolok ukur industri yang menggunakan data on-chain terverifikasi dari terminal data DefiLlama untuk memberikan gambaran definitif tentang kondisi DeFi di 2025. Kredit penuh diberikan kepada DefiLlama, DL Research, dan DL News.

Untuk pertama kalinya, tiga nama paling tepercaya dalam analitik kripto bersatu: DefiLlamaDL Research, dan DL News memproduksi satu laporan definitif tentang kondisi DeFi. Hasilnya adalah State of DeFi 2025 — bukan ringkasan dangkal, melainkan panduan komprehensif berbasis data on-chain terverifikasi yang memotong di luar indikator permukaan untuk fokus pada pergerakan modal nyata, partisipasi pengguna, dan pendapatan protokol.


🏛 Stablecoin: Lapisan Moneter Dasar untuk Seluruh Aktivitas On-Chain

Temuan sentral laporan: stablecoin bukan lagi produk kripto periferal — di 2025, mereka berfungsi sebagai lapisan settlement yang menghubungkan pembayaran, trading, kolateralisasi, dan operasi treasury menjadi satu sistem yang dapat dioperasikan bersama. Jumlah stablecoin yang dilacak DefiLlama tumbuh dari 161 di awal tahun menjadi 214 pada akhir 2025, dengan 18 stablecoin kini melampaui $1 miliar dalam pasokan (naik dari 11). USDT tumbuh 34% sepanjang tahun, USDC tumbuh lebih dari 75%.

💸 Infrastruktur Murah: Biaya Transaksi Turun 86%

Upgrade Dencun dan Pectra pada Ethereum secara dramatis mengurangi biaya transaksi. Berdasarkan data menggunakan DefiLlama dan Dune, biaya transaksi rata-rata turun 86% sementara jumlah transaksi tumbuh 2,7 kali dibandingkan puncak 2021. Bertransaksi di Ethereum kini biayanya kurang dari $1 bahkan ketika aktivitas harian melampaui level bull market 2021 — pola yang sangat mirip dengan trajektori infrastruktur internet awal.

📊 Distribusi Fee: Top 10 Protokol Kuasai 60% Seluruh Fee

Distribusi pendapatan DeFi semakin terkonsentrasi namun perlahan menyebar. Di 2025, 10 protokol teratas menangkap 60% dari seluruh fee (dibanding 2024 di mana 6 protokol saja sudah menangkap 70%). Tether dan Circle tetap di kelas tersendiri, masing-masing menangkap 54% dan 18% dari seluruh fee. Empat bursa perpetual bersama-sama menyumbang 7,5% dari seluruh fee DeFi — dan yang lebih mencolok, pendapatan mereka tetap stabil tanpa memandang arah pasar kripto secara keseluruhan.

🏗 Aplikasi Mengalahkan Layer 1: 66% Fee dari App Layer

Salah satu pergeseran struktural paling signifikan: di 2025, aplikasi menangkap 66% dari seluruh fee, sementara blockchain layer 1 hanya menangkap 19%. Penurunan biaya infrastruktur — didorong oleh persaingan Solana dan solusi skalabilitas Ethereum — telah membuat banyak protokol menjadi cash-rich, memungkinkan mereka berinovasi dan mendistribusikan pendapatan kepada pemegang token.

🔄 Governance Token Menemukan Nilai Baru: Buyback dan Revenue Sharing

Governance token lama terjebak dalam pertanyaan: apa nilai sesungguhnya mereka? Di 2025, itu mulai berubah. Porsi protokol yang mendistribusikan pendapatan kepada pemegang token tiga kali lipat, dari 5% menjadi 15%. Aave dan Lido telah menyetujui program buyback tahun ini — sinyal kuat bahwa ekosistem sedang bergerak menuju model token dengan klaim ekonomi yang nyata.

📉 DAO Semakin Senyap dan Terkonsentrasi

Di sisi tata kelola, laporan mencatat tren yang mengkhawatirkan: DAO menjadi lebih senyap dan kurang terdesentralisasi di 2025. Dibandingkan 2024 yang merupakan puncak aktivitas DAO, jumlah proposal dan jumlah pemilih turun tajam di beberapa DAO besar termasuk Aave, Lido, Uniswap, Arbitrum, Balancer, dan Frax. Ini menjadi pertanyaan mendasar tentang masa depan tata kelola terdesentralisasi.

🏆 Protokol Terkuat: Aave Dominasi Lending

Aave memimpin sebagai protokol lending dominan, dengan TVL melampaui $30 miliar — jauh di atas pesaingnya. Lido ($26 miliar TVL) dan EigenLayer ($12,5 miliar) mengikuti. Di sisi perpetual DEX, Hyperliquid memantapkan posisinya sebagai pemimpin, mencatat volume rekor berturut-turut. RWA Protocol TVL melampaui DEX pada Desember 2025, mencapai $17 miliar dan menjadi kategori DeFi terbesar kelima.


📥 Unduh Laporan Lengkapnya

State of DeFi 2025 adalah benchmark industri yang paling komprehensif — referensi wajib bagi siapapun yang serius memahami kondisi dan arah masa depan keuangan terdesentralisasi.



(c) Coinfolks - Putri Wulandari

Related Posts