Kepala riset Grayscale, Zach Pandl, mengatakan bahwa tokenisasi harus dipandang sebagai peta jalan jangka panjang daripada satu perdagangan, dengan pemenang berbeda di setiap tahap.

Pandl mengharapkan keuntungan awal akan datang dari sistem berbasis permissioned yang berfokus pada institusi seperti Canton Network, yang menawarkan versi “sedikit meningkat” dari keuangan saat ini.

Apa Itu Tokenisasi?

Tokenisasi telah menjadi salah satu kata kunci favorit kripto, tetapi menurut Pandl, investor harus berpikir tentangnya lebih sebagai peta jalan panjang dengan pemenang berbeda di setiap tahap.

Bank besar dan manajer aset sudah memahami peluangnya. “Dua hal yang dipahami institusi adalah stablecoin dan tokenisasi,” kata Pandl. Tapi mereka masih mencoba mencari tahu di mana harus mengalokasikan modal untuk benar-benar mendapatkan manfaat dari inovasi ini.

Tahap Pertama: Keuangan Tradisional

Dari sini, Pandl mengharapkan tokenisasi berkembang dalam tahap, dengan jenis jaringan dan model berbeda menangkap nilai di setiap tahap.

Pemenang pertama, katanya, mungkin proyek yang terlihat lebih seperti keuangan tradisional, bukan kurang.

Canton Network sebagai Kandidat Awal

Pandl menunjuk Canton Network (CC), yang didukung oleh raksasa Wall Street seperti DRW, TradeWeb, Goldman Sachs dan Nasdaq, sebagai potensial pemenang di tahap awal ini.

Sistem yang berpusat pada institusi ini menyelesaikan masalah praktis seperti privasi, identitas, dan kontrol.

Tahap Berikutnya: Avalanche dan Ethereum

Tahap berikutnya bisa didominasi oleh model hybrid seperti Avalanche, dan akhirnya platform yang lebih ambisius, global dan terdesentralisasi seperti Ethereum.

Kesimpulan

Tokenisasi adalah evolusi penting dalam dunia keuangan. Dengan pendekatan bertahap, investor bisa melihat peluang di setiap fase pengembangan teknologi ini.

Disclaimer: Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi. Berinvestasi dalam aset kripto sangat spekulatif dan pasarnya sangat fluktuatif. Kamu harus melakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi.



(c) Coinfolks - Prabowi Subidodo

Related Posts